Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Tubuh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Godaan Makan Enak Saat Akhir Pekan Tak Perlu Ditakuti

Godaan Makan Enak Saat Akhir Pekan Tak Perlu Ditakuti

Mereka yang sedang menjalankan pola makan sehat kerap merasa sangat bersalah setelah "kecolongan" mengasup makanan berlemak dalam satu hari. Demikian juga mereka yang biasanya disiplin berolahraga tapi karena kesibukan tak sempat membakar keringat.

Sebenarnya perasaan bersalah karena merusak diet tersebut tak perlu. Samantha Cassety, pakar nutrisi, mengatakan bahwa sedikit longgar dalam makanan pada satu hari tak akan membuat kita langsung menjadi gemuk.

"Sebenarnya tidak mungkin kita naik berat badan dalam satu malam, bahkan jika kita menghabiskan satu rak makanan," kata Cassetty.

Ia menjelaskan, untuk mengalami kenaikan berat badan, kita harus makan 3.500 kalori lebih banyak dari yang biasanya kita makan. 

Jadi, jika pada hari-hari biasa kita makan 2.000 kalori, maka Anda harus menambahnya dengan 3.500, sehingga totalnya 5.500 kalori untuk naik berat badan sekitar 0,5 kilogram. Dan itu pun terjadi jika kita tak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Jumlah 3.500 kalori itu setara dengan dua sayap ayam (110 kalori), beberapa onion ring (340 kalori), satu porsi keripik (290 kalori), satu burger (860 kalori), seiris cake cokelat (795 kalori), dan tiga gelas wine (370 kalori). Itu adalah jumlah makanan yang banyak. 

Ada juga bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa tak gampang mendapat kenaikan berat badan dalam sehari setelah makan cukup banyak. 

"Meski ada orang yang mengaku berat badannya naik hampir 5 kg setelah liburan 6 minggu, tapi sebenarnya rata-rata orang hanya mengalami kenaikan sekitar setengah kilogram," katanya.

Tetapi, tak dipungkiri ada juga orang yang naik berat badan sampai 2,5 kilogram setelah hari raya. Tapi jumlahnya pun tak sampai 10 persen. 

Walau demikian, makan berlebihan bisa membuat perut merasa begah dan tidak nyaman keesokan harinya. 

"Selama kita bisa memperbaikinya di keesokan harinya, yakni dengan makan secara sehat dan kembali ke olahraga rutin, berat badan tak akan bertambah," kata Cassetty. 

Jadi, jangan terlalu takut menghadapi godaan makanan enak saat liburan atau akhir pekan. Tapi, pengendalian diri tetap dibutuhkan dan pastikan Anda konsisten melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. 

Sumber : health.kompas.com

3 Cedera Tersering Saat Latihan dan Cara Mengatasinya

3 Cedera Tersering Saat Latihan dan Cara Mengatasinya
Sebagai olahragawan, sehebat, secermat, dan sewaspada apa pun Anda, pasti cedera selalu mengintai saat berolahraga.

Kini, kami akan informasikan kepada Anda cara mengatasi cedera sekaligus cara bagaimana Anda bisa terhindar dari cedera-cedera tersebut.

Pecinta olahraga dan cedera tak bisa terpisahkan meskipun tak pernah berkawan. Bukan hanya karateka atau petinju, olahraga jalan kaki pun berpotensi risiko, seperti tersandung hingga terkilir.

Seberapa seirng Anda melihat kawan-kawan Anda yang suka fitnes, futsal, bersepeda, datang ke kantor dengan terpincang-pincang, kaki lebam bengkak, hingga tangan keseleo?

Kami coba rumuskan beberapa cedera yang paling sering dialami saat berolahraga seperti jalan kaki, berlari, hingga latihan beban. Selanjutnya, kami mengelompokkan jenis olahraga dan cedera-cedera yang mungkin terjadi beserta solusinya.

Terkilir
Biasanya terjadi pada semua bagian pergelangan tangan dan kaki. Kondisi ini terjadi karena kesalahan koordinasi tubuh, beban yang terlalu berat, atau bisa juga akibat kurangnya pemanasan. Tubuh yang berkeringat adalah indikasi bahwa otot, tulang tendon, ligamen, siap berolahraga.

So, pesan moralnya, berkeringatlah sebelum Anda mengerahkan 100 persen kemampuan Anda di gym. Pada olahraga lari, sepakbola, voli, kemungkinan pergelangan kaki terkilir sangat besar, terutama ketika Anda kehilangan keseimbangan lalu kaki Anda mendarat tidak sempurna.

Saat latihan beban, cedera ini biasa terjadi ketika tumpuan tubuh kurang sempurna saat mengangkat beban, terutama jika beban yang diangkat terlalu berat.

Ciri-ciri terkilir biasanya jika Anda merasakan nyeri saat memutar pergelangan tangan dan kaki, atau ketika berada dalam posisi-posisi tertentu.

Solusi
Jika Anda masih sanggup berjalan dan menggerakkan tangan, maka mungkin cedera Anda tidak terlalu parah. Lakukan RICE ( Rest, Ice, Compression, dan Elevation) segera saat Anda di rumah. Jika rasa sakitnya hilang atau berkurang, artinya cedera Anda ringan. Tapi jika rasa nyerinya semakin menjadi dan terjadi pembengkakan, maka Anda harus segera ke ahli fisioterapis.

Kram Otot
Perut, kaki dan kaki adalah bagian yang paling sering mengalami kram otot meski tidak menutup kemungkinan bagian-bagian tubuh yang lain juga mengalaminya.

Daerah yang terkena mendadak kaku dan nyeri akibat kontraksi otot (memendek) atau kontraksi otot secara mendadak. Serangannya cepat dan mengejutkan meski biasanya tidak berbahaya. Kram terjadi karena tubuh kekurangn garam sehingga otot kekurangan cadangan air (ingat garam mengikat air).

Kram juga bisa terjadi akibat kurangnya pemanasan dan peregangan atau Anda mengangkat beban terlalu berat. Olahragawan yang rawan terkena kram adalah pesepeda, olahraga beladiri, pemain bola, dan lifter.

Ciri kram otot biasanya daerah yang terkena susah digerakkan dan terasa sakit secara mendadak. Terkadang disertai benjolan otot yang abnormal.

Solusi
Menurut para ahli fisioterapis yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah istirahat. Lalu minumlah air putih dicampur dengan garam. Tidak enak memang, tapi ini bisa menjadi pilihan terbaik saat terjadi kram. Jika enggan minum air garam, silakan minum cairan elektrolit. Cara paling efektif mengatasi kram adalah dengan beristirahat total dan mengurangi beban latihan.

Sakit Pinggang
Sering dialami para pecinta fitnes atau olahraga yang mengharuskan Anda duduk dalam waktu lama. Penyebab sakit pinggang adalah beban yang berlebihan atau akumulasi beban dalam waktu lama tak bisa lagi ditolerir oleh bagian pinggang. Bisa pula terjadi akibat melakukan gerakan tiba-tiba yang bertumpu pada otot pinggang.

Kondisi ini biasanya memiliki ciri-ciri; munculnya rasa nyeri ketika menggerakkan pinggang baik saat membungkuk, menggerakkannya ke samping atau ke kiri.

Solusi
Kenakan pelapis panas, seperti patch. Para peneliti menyebutkan, memakai pelapis panas di balik kemeja setiap hari dapat mengurangi rasa sakit hingga 25 persen. Para ahli percaya pelapis bisa meningkatkan elastisitas jaringan otot, sekaligus mendorong aliran darah bersih menuju bagian tubuh yang sakit.

Ketika Anda tidak bisa menggunakan pelapis, baluri bagian yang sakit dengan obat gosok yang mengandung capsaicin-bahan yang membuat lada atau cabai menjadi pedas.

Sakit pinggang ketika berolahraga terutama akibat keteledoran Anda saat mengangkat beban berat-deadlift misalnya.

“Sebaiknya usahakan menggunakan sesedikit mungkin sumbu tubuh saat mengangkat beban yang perat,” terang ahli fisioterapis Michael Clark di US. (dan)

Kamis, 23 Oktober 2014

Untuk Bakar Kalori dari Sebotol "Soft Drink", Perlu Jalan Kaki 42 Menit

Untuk Bakar Kalori dari Sebotol "Soft Drink", Perlu Jalan Kaki 42 Menit
Pernahkah Anda memperhatikan jumlah kalori yang tercantum dalam kemasan makanan maupun minuman? Informasi jumlah kalori ini bermanfaat untuk Anda yang ingin membakar kalori. Bahkan sebaiknya dalam kemasan tersebut juga dicantumkan berapa lama harus beraktivitas fisik untuk membakar kalori tersebut.

Dalam botol minuman bersoda 500 ml, misalnya, mengandung 210 kalori. Untuk membakar kalori dari asupan minuman bersoda itu, Anda bisa berlari sejauh 4,2 mil atau berjalan kaki selama 42 menit untuk membakar kalori.

Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore menemukan bahwa para remaja yang diberikan informasi mengenai kalori dan cara membakar kalori akan memilih minuman sehat atau botol soda yang lebih kecil.

Para ilmuwan ini juga menyarankan pemberian informasi gizi tersebut kepada restoran cepat saji. Misalnya, restoran tersebut memberikan informasi bahwa jika memakan burger keju ukuran besar, Anda harus berjalan sejauh 5,6 mil untuk membakar kalori. Maka, konsumen akan memilih hamburger yang lebih kecil dan hanya membutuhkan berjalan 2,6 mil.

Hasil penelitian yang dipublikasikan American Journal of Public Health menunjukkan, informasi kalori selalu diabaikan banyak konsumen. Mereka pun tidak mengerti jika hanya terdapat informasi kalori yang terkandung di dalam makanan atau minuman tersebut.

"Penelitian yang kami temukan, jika dijelaskan mengenai kalori dan dengan cara yang mudah dimengerti seperti berapa mil harus berjalan untuk membakar kalori itu, maka dapat mendorong perubahan perilaku," sebut penelitian itu.

Penelitian ini telah dilakukan terhadap enam toko di Baltimore yang menyajikan informasi lengkap dalam 590 ml minuman bersoda. Informasi itu berisi, jika ingin membakar 250 kalori dalam tubuh, dibutuhkan berjalan kaki selama 50 menit atau 5 mil.

Hasilnya, para konsumen yang umumnya kaum muda akhirnya membeli minuman yang lebih sehat dan dengan kalori yang lebih sedikit. Para peneliti mengatakan, mengurangi konsumsi minuman dengan kalori tinggi seperti minuman manis akan mencegah obesitas dan menurunkan berat badan.

Para ilmuwan di University of North Carolina menemukan bahwa informasi ini dapat membuat seseorang memilih makanan yang lebih sehat pada menu di restoran.

"Kami percaya bahwa dengan menampilkan label informasi tentang aktivitas fisik, memungkinkan seseorang untuk lebih memilih makanan dengan kalori yang lebih rendah," ujar Profesor Anthony Viera dari University of North Carolina.

Sumber : health.kompas.com

Mengapa Sering Makan di Restoran Bikin Gemuk?

Mengapa Sering Makan di Restoran Bikin Gemuk?
Untuk menjaga berat badan tetap ideal, kalori yang diasup tidak boleh melebihi kebutuhan kalori harian. Namun ada pula hal yang membuat orang "terpaksa" makan lebih banyak daripada jumlah kalori yang ia butuhkan. Bahkan terkadang orang tidak sadar makan lebih banyak.

Sebuah studi baru menemukan, orang yang sering makan di luar rumah cenderung makan lebih banyak daripada porsi makan ketika di rumah. Studi menemukan, orang yang terbiasa makan di luar rata-rata makan 200 kalori lebih banyak dalam sehari, termasuk lemak jenuh, gula, dan garam yang lebih banyak.

Kendati demikian, studi tersebut memiliki keterbatasan. Pasalnya studi tidak menjabarkan seberapa buruk kebiasaan makan di luar mempengaruhi kesehatan jika dibandingkan dengan orang yang terbiasa memasak sendiri. Selain itu, studi tidak menjelaskan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari makan di luar, misalnya sosialisasi dan stres yang berkurang dari kegiatan memasak.

Menurut Lisa Powell, profesor peraturan dan administrasi kesehatan dari University of Illinois, Chicago, temuan ini memberikan pengertian lebih baik pada peran restoran terhadap pola makan. Kini lebih banyak orang makan di luar rumah dan laju obesitas pun kian meningkat.

Makan di luar seharusnya tidak menjadi masalah ketika makanan yang dimakan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan makanan di rumah. Namun studi justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Rata-rata orang yang makan di restoran mengonsumsi 194 hingga 205 kalori tambahan setiap harinya. Mereka juga mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh sekitar 2,5-3 gram, dan garam 296-451 miligram.

Lantas dari mana kalori tambahan tersebut berasal? Powell menjelaskan, makanan di restoran biasanya lebih padat, porsi lebih besar, lebih banyak kalori kosong dan minuman manis.

Susan Roberts, direktur di Energy Metabolism Laboratory di departemen pertanian AS, mengatakan, orang yang makan di restoran umumnya mengonsumsi makanan lebih banyak daripada yang mereka ingin makan. Ini karena sulit mengestimasi ukuran porsi makanan yang tersaji di restoran saat hanya melihat dari daftar menu.

"Orang selalu menganggap remeh makanan porsi besar, sehingga banyak orang yang tidak sadar ia telah makan lebih banyak dari yang seharusnya ia makan," ujarnya.

Meski begitu, sebetulnya makan di restoran masih dapat dilakukan tanpa harus khawatir meningkatan berat badan. Powell menyarankan untuk memesan setengah porsi dengan tambahan sayur-sayuran dan salad daripada goreng-gorengan. Selain itu, Anda juga lebih baik memilih minum air putih daripada minuman manis sebagai pelengkap makan.

Sumber : health.kompas.com

Membatasi Asupan Kalori Bikin Panjang Umur?

Membatasi Asupan Kalori Bikin Panjang Umur?
Mengurangi asupan kalori per hari sekitar 30 persen kini banyak dilakoni oleh sebagian orang. Mereka percaya bahwa diet rendah kalori dapat memperoleh vitalitas dan memberikan umur panjang. Benarkah demikian?

Berdasarkan penelitian seperti dikutip oleh National Institutes of Health (NIH) disebutkan bahwa pembatasan kalori memang memiliki beberapa efek positif pada kesehatan ketika diuji coba pada monyet. Namun, pada 2012 NIH mengumumkan bahwa membatasi asupan kalori belum terbukti dapat membuat seseorang berumur panjang.

Mereka yang membatasi asupan kalori percaya bahwa dengan mengosumsi sedikit makanan dapat mencegah penyakit kronis dan memberikan kesehatan yang optimal bagi tubuh. Namun, mereka tak pernah memperhatikan nilai gizi pada makanan yang mereka makan. Dengan kata lain, mereka bisa saja mengasup cheeseburger dan kentang goreng dalam porsi kecil setiap hari dan menilai makanan itu akan membuat mereka sehat.

Salah satu contoh program diet yang populer dari Weight Watchers seperti Nutrisystem. Mengurangi asupan kalori setiap hari mungkin dapat menurunkan berat badan Anda, tetapi dengan Weight Watchers, Anda masih bisa makan sepotong pizza setiap kali makan.

Jika Anda masih mengosumsi karbohidrat tinggi dan rendah nutrisi, dalam jangka panjang hal ini dapat berisiko terkena kanker, jantung, bahkan alzheimer atau demensia di kemudian hari.
Beberapa penelitian menunjukkan, untuk melakukan diet rendah kalori harus memperhatikan pentingnya kualitas maupun nilai gizi pada makanan. 

Penelitian dilakukan terhadap suatu kelompok di University of Wisconsin yang diberi makanan yang mengandung sukrosa tinggi atau gula tanpa bahan kimia. Ketika pola makan tidak sehat ini diberikan dalam jumlah rendah, monyet mengalami kesehatan yang lebih baik dan hidup lebih lama.
Diet rendah kalori saja tidak akan cukup untuk membuat Anda berumur panjang. Konsumsilah makanan bergizi yang akan membantu Anda tetap sehat. Dapatkan nutrisi dari konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.  Untuk mencegah penyakit kronik dan berumur panjang, juga perlu olahraga yang rutin.

Sumber : health.kompas.com

Jangan Hindari Makanan Tinggi Kalori Ini

Jangan Hindari Makanan Tinggi Kalori Ini
Menghindari makanan berkalori tinggi membantu kita menjaga berat badan. Namun tidak semua makanan berkalori tinggi harus dihindari. Ada juga makanan berkalori tinggi yang justru kaya gizi dan bermanfaat untuk kesehatan.

Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal (disebut juga monounsaturated fats atau MUFA), antioksidan, dan betakaroten yang membantu menjaga memori, menurunkan kolesterol jahat LDL dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) sehingga bagus untuk menjaga kesehatan jantung.
Untuk mendapatkan manfaatnya, makanlah separuh buah alpukat sehari. Agar kalorinya tidak berlebihan, konsumsilah buah alpukat bersama yogurt rendah lemak dan rendah gula.

Kacang-kacangan
Kacang almond, kacang mete, biji bunga matahari, kacang tanah termasuk jenis makanan kaya kalori. Kendati begitu, jenis makanan ini kaya protein, jenis lemak yang baik, serta, vitamin E, magnesium, zinc, folat dan potasium.

Makanlah kacang-kacangan ini hanya segenggam tangan saja dalam sehari. Untuk menikmatinya, kacang-kacangan itu bisa ditaburkan di sereal sarapan atau salad. Bisa juga nikmati kacang-kacangan ini bersama dengan buah sebagai camilan sebelum olah raga.

Keju
Produk susu tinggi lemak seperti keju cenderung kaya kalori. Selembar keju cheddar mengandung 113 kalori di dalam sebuah sandwich. Meski begitu, keju adalah makanan kaya protein dan kalsium. Hati-hati dengan kandungan kalori dan sodium di dalam keju. Batasi konsumsi keju dalam sehari.

Minyak Zaitun
Kendati dressing salad dan makanan yang digoreng cenderung menggemukkan, jangan hindari minyak zaitun. Lemak jenis ini menurunkan risiko penyakit jantung. Minyak zaitun memiliki kandungan antiradang pula. Satu sendok makan minyak zaitun extra virgin mengandung 120 kalori. Oleskan minyak ini di roti untuk mendapatkan manfaat sehatnya.

Kentang 
Dinilai kaya karbohidrat, kentang sering dihindari orang yang ingin hidup sehat. Padahal kentang ukuran sedang memiliki kandungan gizi zat besi, potasium dan serat. Kentang jadi tak sehat ketika digoreng, ditambahi keju. Nikmati kentang rebus dengan sedikit taburan garam atau sedikit minyak zaitun.

Sumber : health.kompas.com

Cara Tak Biasa Turunkan Risiko Artritis Reumatoid

Cara Tak Biasa Turunkan Risiko Artritis Reumatoid
Nyeri dan bengkak pada persendian merupakan gejala utama penyakit artritis reumatoid. Penyakit ini sebenarnya adalah penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh menyerang jaringan yang sehat, khususnya pada persendian. 

Meski penyakit ini seperti di luar kendali, tetapi sebenarnya kita bisa mengurangi risiko terkena artritis reumatoid (AR). Penelitian mengungkap beberapa gaya hidup yang ternyata dapat membantu mengurangi kemungkinan kita menderita penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan ini.

1. Menyusui 
Menyusui bayi bukan hanya memberikan nutrisi terbaik bagi bayi tapi juga memiliki manfaat menurunkan risiko terkena artritis reumatoid sampai setengahnya. Penelitian yang dilakukan di Tiongkok Selatan dan melibatkan 7000 perempuan membuktikan hal tersebut. 

Semakin lama para wanita menyusui, semakin rendah risiko mereka. "Pasti ada hubungan antara hormon dan artritis reumatoid," kata Dr Nathan Wei, peneliti klinis.

2. Berjemur 
Jangan musuhi sinar matahari karena sinar ultraviolet-B dari matahari merangsang sintesis vitamin D dan memicu respon imun yang membantu melawan AR. Kebanyakan wanita yang menderita AR juga diketahui kekurangan vitamin D. 

3. Berhenti merokok 
Merokok dapat meningkatkan risiko AR, bahkan dapat merusak tulang rawan, kata Shreyasee Amin, MD, ahli rematologi dan profesor kedokteran di Mayo Clinic di Rochester, Minn. 

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2013 di Arthritis Research & Therapy dan melibatkan 34.101 wanita Swedia menemukan, perokok yang telah berhenti 15 tahun sebelumnya kemungkinannya untuk mengidap artritis reumatoid 30 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang baru berhenti sejak satu tahun sebelumnya.

4. Minum bir 
Ini adalah salah satu keuntungan mengonsumsi bir. Dalam studi yang melibatkan ratusan ribu perawat menemukan bahwa wanita yang minum 2-4 bir setiap minggu memiliki risiko yang lebih rendah menderita AR, dibanding dengan wanita yang tidak minum bir. Kuncinya adalah minum jangan berlebihan.

5. Pilih wine
Jika bir bukan pilihan Anda, maka pilihlah wine. Studi tahun 2012 menunjukkan, wanita yang minum lebih dari empat gelas wine setiap minggu memiliki risiko AR lebih rendah 37 persen. 

6. Memasukkan ikan dalam menu
Dalam penelitian yang melibatkan wanita Swedia tersebut para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan ikan minimal sekali setiap minggu memiliki risiko AR lebih rendah. Ikan mengandung asam lemak omega-3, lemak sehat yang bisa memperlambat proses peradangan.  (Eva Erviana)

Sumber : health.kompas.com

Jumat, 17 Oktober 2014

Daun Jarak Tintir Cepat Sembuhkan Luka

Daun Jarak Tintir Cepat Sembuhkan Luka
Ekstrak daun jarak tintir membantu mempercepat penyembuhan luka sayat kulit. Karena memakai daun, jarak tintir berpotensi jadi bahan dasar obat luka untuk produksi massal mengingat ketersediaan lebih terjamin.

Menurut anggota staf pengajar di Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta, Juniarti, jarak tintir (Jatropha multifida L) umumnya dipakai masyarakat untuk mengobati luka pada kulit. Salah satunya adalah warga suku Minangkabau di Sumatera Barat.

”Ekstrak daun jarak tintir terbukti mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi dan proliferasi,” kata Juniarti saat mempertahankan disertasi ”Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jarak Tintir secara Topikal pada Proses Inflamasi dan Fibroplasia Luka Sayat Kulit”, Rabu (20/8), di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Ia meraih gelar doktor Ilmu Biomedik dengan yudisium sangat memuaskan.

Fase inflamasi ditandai pembengkakan dan pergerakan leukosit polimorfonuklear (PMN) atau sel darah putih ke area luka untuk membantu membersihkan jaringan mati dan mikroorganisme. Adapun pada fase proliferasi, terbentuk pembuluh darah baru untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke daerah luka.

Juniarti melaksanakan riset itu selama dua tahun dengan memanfaatkan 54 tikus putih jantan strain Spraque Dawley. Ia membuat luka sayatan pada sejumlah tikus, lalu meneteskan ekstrak daun jarak tintir di area luka. Hal itu dibandingkan kondisi area luka sayat tikus lain yang diberi perlakuan berbeda, antara lain diberi pelarut alkohol, terapi steroid, dan tanpa obat.

”Pada hari ketiga, jika tak diberi ekstrak daun jarak tintir, area luka masih bengkak, menandakan banyak leukosit PMN. Jika diberi ekstrak, jumlah leukosit lebih rendah 60 persen, artinya inflamasi lebih cepat,” ujarnya. Pembentukan pembuluh darah baru lebih cepat pada fase proliferasi.

Ketua tim penguji, pengajar Ilmu Bedah Plastik FK UI, Yefta Moenajat, mempertanyakan efek samping pemakaian ekstrak itu. Juniarti menjawab, ekstrak aman diteteskan pada luka kulit. Buktinya, saat uji hipersensitivitas pada tikus, di area luka, tidak ada indikasi kemerahan, pembengkakan, dan kerontokan rambut.

Salah satu penguji, peneliti pada Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Agung Eru Wibowo, menyatakan, hasil riset itu berpotensi dikembangkan ke ranah komersial. Dibandingkan memakai getah, daun lebih mudah diperoleh dan menjamin ketersediaan bahan baku industri.

Hasil riset itu butuh sejumlah riset dasar lagi sebelum siap dikomersialkan, di antaranya identifikasi senyawa aktif yang mempercepat penyembuhan. (A03)

Sumber : health.kompas.com

Jangan Gunakan Alkohol untuk Bersihkan Luka

Jangan Gunakan Alkohol untuk Bersihkan Luka
Ketika terluka, bukan alkohol yang pertama kali Anda cari saat ingin melakukan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Membersihkan luka dengan alkohol sebenarnya merupakan tindakan yang keliru.

Dokter Jaka Suganda dari perusahaan produk kesehatan dan kecantikan, PT Beiersdorf Indonesia menjelaskan, alkohol memang mengandung desinfektan untuk membunuh bakteri. Namun, ketika pembuluh darah terbuka karena luka, pemberian alkohol justru bisa merusak jaringan sekitarnya.

"Alkohol bisa merusak sel-sel yang mau tumbuh, jadi penyembuhan agak lama," kata Jaka saat ditemui seusai acara produksi plester Hansaplast ke 1 miliar di Production Center Beiersdorf Malang, Jawa Timur, Kamis (16/10/2014). 

Selain itu, alkohol juga bisa masuk ke aliran darah melalui kulit yang terluka. Hal ini pun tidak baik bagi kesehatan. 

Sebelum diobati, luka memang harus dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Jaka, sebaiknya dibersihkan menggunakan air steril. Namun, jika tidak ada air steril, bisa dengan air bersih.
"Sebaiknya air steril disediakan di kotak P3K di rumah kita," kata dia.

Menurut Jaka, penggunaan rivanol juga diperbolehkan karena dapat membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan kuman pada kulit yang terluka. Setelah daerah luka benar-benar bersih, barulah diobati.

Untuk membunuh kuman atau bakteri di darah luka, teteskan obat merah. Selain itu, bisa juga menutup luka dengan plester. Sementara itu, jika luka cukup lebar, gunakan  kasa steril. Penanganan luka ini hanya untuk pertolongan pertama. Jika luka cukup serius, pergi lah ke rumah sakit terdekat.

Sumber : health.kompas.com

Pengaruh Kebiasaan Masturbasi pada Hubungan Seksual

Pengaruh Kebiasaan Masturbasi pada Hubungan SeksualPria dan wanita memang memiliki cara berbeda dalam menikmati seks, termasuk di antaranya pada kebiasaan memuaskan diri sendiri alias masturbasi. Yang tidak banyak disadari adalah kebiasaan ini ternyata berpengaruh pada hubungan seksual dengan pasangan.

Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan, pria yang punya kebiasaan tidak biasa dalam masturbasi biasanya menderita berbagai gangguan seksual. Masturbasi tidak biasa ini didefinisikan sebagai teknik yang tidak mudah digantikan dengan tangan, mulut, atau vagina.

Pria yang punya kebiasaan masturbasi yang tidak wajar itu biasanya memuaskan diri dengan berbagai rangsangan, entah itu film porno hardcore yang bermuatan kekerasan ataupun sedotan dari penyedot debu. Para pria ini ternyata mengalami frustrasi karena tidak bisa terpuaskan saat bercinta dengan pasangannya.

Gangguan seksual yang dialami pria penggemar masturbasi tidak wajar, antara lain, sulit dipuaskan, libido rendah, sulit ereksi, dan sulit mencapai orgasme.

Dokter atau terapis seks biasanya akan meminta pria tersebut untuk tidak melakukan masturbasi, diikuti dengan intervensi seksual berupa tindakan masturbasi yang mirip dengan penetrasi sehingga mereka dapat kepuasan dari penetrasi seksual dengan pasangannya. Mereka juga disarankan untuk lebih fokus pada sensasi dan kenikmatan yang dialami saat bercinta.

Biasanya setelah terapi tersebut dilakukan satu bulan, para pasien mengalami peningkatan kepuasan seksual dari pasangannya dan gangguan seksualnya berkurang.

"Ereksi adalah respons dari suatu kondisi. Jadi jika ia hanya bisa ereksi dan ejakulasi pada satu kondisi tertentu saja, maka hanya itu yang akan dicarinya," kata terapis seks Brandy Engler. 

Ia menambahkan, jika periode pantang masturbasi tersebut tidak juga membantu, mungkin sebenarnya adalah masalah emosional yang tersembunyi sehingga mereka hanya bisa ejakulasi jika "bermain solo".

"Faktor kecemasan, bosan, atau amarah terpendam bisa membuat seorang pria tidak merasa puas saat bercinta dengan pasangannya. Karena itu, akar masalahnya harus dicari," katanya.

Sumber : health.kompas.com

Bagaimana Virus Ebola Menular?

Bagaimana Virus Ebola Menular?
Pemberitaan yang marak mengenai virus ebola membuat penyakit ini menjadi bahan pembicaraan dan menimbulkan ketakutan. Terlebih saat ini diperkirakan lebih dari 7.000 orang, mayoritas di Afrika, tertular penyakit ini dan hampir 4000 orang meninggal dunia.

Ketakutan terhadap penularan ebola, menurut Tom Frieden, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), adalah hal yang normal karena akan meningkatkan kewaspadaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, virus ebola telah menyebar secara signifikan di Liberia. Ribuan kasus baru diprediksi bakal bermunculan dalam beberapa pekan ke depan. 

Sebagian besar negara juga meningkatkan kewaspadaannya terhadap virus ini. Indonesia sendiri juga melakukan pemperketat syarat bagi orang asing yang masuk ke Indonesia, terutama yang berasal dari Afrika. 

Meski jumlah korban yang tertular ebola terus bertambah, sebenarnya virus ini tak menular dengan mudah. Menurut Frieden, risiko orang kebanyakan untuk tertular ebola sangat kecil. "Virus ini tak seperti flu atau cacar. Ia tak gampang menyebar," katanya.

Virus ebola tidak bisa hidup di luar tubuh manusia. Di permukaan yang kering, virus hanya bisa bertahan hidup paling lama beberapa jam. Namun di cairan seperti darah (karena itu hanya petugas kesehatan dan anggota keluarga pasien yang perlu khawatir), virus ini dapat bertahan beberapa hari. 

Berikut adalah cara penularan ebola:
- Melalui kontak dekat dengan orang yang sakit ebola
- Melalui kontak dekat dengan cairan tubuh dari orang yang sakit ebola (darah, ASI, urine, air liur, keringat, feses, dan cairan mani).
- Melalui jarum suntik yang sudah dipakai oleh pasien ebola.
- Melalui sentuhan ke hewan yang terinfeksi ebola.

Virus ebola tidak menular melalui udara, air, makanan (kecuali daging yang berasal dari hewan terinfeksi ebola), nyamuk dan serangga lain, serta kontak dengan orang yang sudah sembuh dari ebola. 

Sumber : health.kompas.com

Waspadai Sulit Ereksi Saat Masturbasi

Waspadai Sulit Ereksi Saat Masturbasi
Masturbasi adalah aktivitas yang normal dan sehat. Kegiatan ini juga bisa menjaga respon seksual sekaligus meningkatkan performa seksual. Tapi, pada sebagian pria masturbasi tak berakhir dengan kepuasan, justru rasa frustasi karena tak bisa ereksi.

Para ahli mengingatkan, tak bisa ereksi saat masturbasi bisa menjadi tanda bahaya adanya masalah kesehatan yang lebih besar. Misalnya saja gangguan sirkulasi atau gangguan pada jantung.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal International Society for Sexual Medicine menemukan, hampir 45 persen pria melaporkan mereka bermasalah dalam menjaga kekerasan ereksinya saat masturbasi.

Para peneliti lalu membandingkan kesehatan para pria tersebut dengan mereka yang kemampuan ereksinya baik-baik saja. Ternyata, pria dari kelompok pertama memiliki risiko gangguan jantung yang lebih besar. Para pria ini juga mengalami ereksi lebih lembek sepanjang malam dan hasrat seksual yang lebih rendah.

"Dengan kata lain, tak bisa ereksi saat masturbasi bukan hanya isu tunggal, terutama jika terjadi berulang kali," kata Dr.Laura Berman, pakar seksologi.

Berman mengatakan, tak bisa ereksi memang bisa saja disebabkan oleh stres, tak ada inspirasi, atau keterbatasan waktu. Namun, penyebab terbesarnya biasanya adalah gangguan jantung dan pembuluh darah. Terlebih jika ternyata Anda juga mengalami penurunan libido.

"Kesehatan seksual sangat terkait dengan kesehatan fisik. Ketika ada gangguan dengan organ seksual, biasanya ini pertanda ada gangguan pada kondisi tubuh. Demikian juga sebaliknya," katanya.

Seperti diketahui, ereksi terjadi bukan hanya karena rangsangan tapi juga membutuhkan aliran darah yang lancar dan kesehatan tubuh secara umum.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan. Perubahan kecil tapi berpengaruh besar, seperti menyisipkan olahraga dalam kegiatan rutin harian, meninggalkan kebiasaan merokok, dan membatasi makanan berlemak, juga jangan diabaikan.

Sumber : health.kompas.com

Nafsu Makan Justru Meningkat Setelah Olahraga?

Nafsu Makan Justru Meningkat Setelah Olahraga?
Berolahraga ternyata tak hanya membuat tubuh lebih bugar tapi juga meningkatkan nafsu makan. Jika diabaikan, bukan tak mungkin Anda justru akan makan lebih banyak dibanding dengan kalori yang baru saja dibakar. 

"Banyak orang makan makanan tidak sehat setelah olahraga karena beralasan mereka layak mendapatkannya," kata Keri Gans, penulis buku The Small Change Diet. 

Ia menambahkan, mengisi ulang energi setelah berolahraga memang boleh saja, tapi pilih dengan bijak jenis camilan atau asupan yang dikonsumsi. Gans juga memberikan kiat untuk mengurangi keinginan makanan berlebihan setelah latihan olahraga.

- Buat batasan
Karena ingin cepat langsing atau memiliki otot, banyak orang yang berlatih melebih kemampuannya. Padahal harapan tersebut tak akan terwujud. Penurunan berat badan dan badan berotot hanya bisa didapatkan lewat latihan rutin. Latihan berlebihan juga akan membuat Anda merasa kelelahan sehingga makan lebih banyak untuk mengganti energi. 

- Isi perut sebelum berlatih
Jika Anda nge-gym atau berlari dalam kondisi perut lapar, kemungkinan besar Anda akan semakin lapar setelahnya sehingga makan berlebihan. Ada baiknya Anda mengisi perut terlebih dulu dengan camilan sehat yang mengandung lemak sehat, protein, dan karbohidrat. Misalnya saja satu buah apel, segenggam kacang almond, bubur kacang hijau tanpa santan, atau cokelat hitam.

- Cukupi cairan
Meski air saja tak akan membuat perut kenyang lebih lama, tapi sangat penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, terlebih saat berolahraga. Minum air di sela latihan akan meningkatkan energi. 

- Perbanyak serat
Pilihlah menu makanan yang rendah kalori dan tinggi serat. Pola makan ini akan membuat perut lebih awet kenyang. Jenis makanan yang bisa dipilih antara lain buah dan sayuran, serelia utuh, dan protein.

- Makan sedikit tapi sering
Ini adalah salah satu aturan penting untuk mengurangi berat badan. Jika Anda rutin olahraga, jangan lewatkan sarapan karena ini penting untuk meningkatkan metabolisme. Pilih makanan bergizi untuk makan siang dan camilan sehat sebelum berolarhaga. Setelah berolahraga, asuplah buah atau sayuran kukus. 

Sumber : health.kompas.com

Selasa, 14 Oktober 2014

Begini Cara Sehat Bebas dari Kanker Serviks

Begini Cara Sehat Bebas dari Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan jenis kanker paling mematikan kedua pada wanita, setelah kanker payudara. Di Indonesia, angka kejadiannya diperkirakan mencapai 15.000 kasus per tahunnya, dengan 53 juta wanita berisiko mengidapnya.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Nurdadi Saleh mengatakan, kanker serviks menjadi jenis kanker yang mematikan karena biasanya ditemukan pada stadium lanjut. Alasannya, gejala kanker serviks di awal terjadinya memang tidak khas, atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali.

"Jika penyakit reproduksi lain seperti kista rahim, gejalanya jelas, perut buncit seperti hamil, ada lagi yang disertai nyeri, tapi kalau kanker serviks gejalanya sangat tidak khas," terangnya saat ditemui dalam sebuah diskusi kesehatan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kendati demikian, Nurdadi menekankan bahwa kanker serviks bisa dicegah dengan beberapa cara sebagai berikut.

1. Seks aman
Virus penyebab kanker serviks yang dikenal dengan nama Human Papilloma Virus (HPV) paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga menjaga keamanan saat berhubungan seks. Nurdadi mengatakan, setia berhubungan dengan satu pasangan saja masih berisiko untuk tertular virus, apalagi jika tidak setia dengan pasangan.

Nurdadi menambahkan, sunat bagi laki-laki juga dapat mengurangi risiko penularan HPV secara signifikan dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat. Selain itu, aktivitas seksual lain yang dilakukan sendiri, misalnya memasukkan jari ke kemaluan juga berpotensi untuk menularkan virus karena HPV bisa pula hidup di kulit jari tangan.

2. Vaksinasi
Vaksinasi HPV merupakan cara terbaik untuk pencegahan kanker serviks. Saat ini tersedia vaksin HPV untuk tipe 16 dan 18, tipe yang paling banyak menyebabkan kanker serviks. Vaksin memberikan perlindungan terbaik setelah tiga kali suntikan yang diberikan dalam jangka enam bulan.
"Sayangnya saat ini belum tersedia vaksin HPV untuk tipe lainnya, padahal ada pula tipe lain HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks, meskipun tidak sebanyak tipe 16 dan 18," kata dokter kebidanan subspesialis onkologi Andi Darma Putra.

3. Deteksi dini rutin
Deteksi dini merupakan cara agar kanker serviks tidak ditemukan pada stadium yang sudah lanjut sehingga kemungkinan untuk disembuhkannya lebih besar. Deteksi dini dilakukan dengan metode pap smear, inspeksi visual dengan asam asetat, dan teknologi self-sampling.

4. Tidak merokok
Merokok akan menurunkan kemampuan sistem imun sehingga meningkatkan risiko kanker. Diketahui 95 persen HPV yang masuk ke dalam tubuh akan hilang dalam waktu dua sampai tiga tahun, namun lima persennya akan menetap. Dan jika daya tahan tubuh lemah, HPV yang menetap itu akan menjadi kanker. Meskipun, kata Andi, faktornya tidak hanya itu.

5. Diet sehat
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berpengawet, berpenyedap, dan berwarna merupakan faktor yang meningkatkan risiko kanker apapun, termasuk kanker serviks. Untuk itu, makanan yang mengandung zat-zat tambahan itu perlu dihindari.

Sumber : health.kompas.com

Yang Perlu Diketahui tentang Jus untuk Detoks

Yang Perlu Diketahui tentang Jus untuk Detoks
Mengonsumsi jus buah dan sayuran kini menjadi tren bagi mereka yang ingin mencukupi kebutuhan serat dan vitamin, sekaligus menangkal penyakit. Jus buah dan sayuran juga bisa membantu membuang racun-racun dari dalam tubuh alias detoksifikasi. 

Agar tujuan tersebut tercapai, ketahui dulu kiat-kiat dalam membuat jus.

Perhatikan kadar gula
Banyak orang yang mengira jus buah-buahan lebih sehat karena kandungan gulanya lebih rendah. Padahal, membuat jus dengan lebih dari satu jenis buah bisa lebih cepat menaikkan kadar gula darah. Karena itu pilihlah hanya satu jenis buah yang dicampur dengan sayur-sayuran.

Jus merah
Pilihlah jus delima karena mengandung antioksidan, termasuk asam ellagic yang bisa membantu fungsi liver dalam membuang racun. Selain itu jus bit juga direkomendasikan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bit sering dianggap seabgai pembersih darah. Buah bit juga diketahui bisa meningkatkan ketahanan atlet. Campurkan dalam jumlah sedang dalam jus Anda. 

Teh hijau
Dalam teh hijau terkandung antioksidan super yang disebut katekin. Penelitian menunjukkan zat ini membantu mengurangi lemak perut dan menurunkan risiko salah satu jenis kanker kulit.

Sayuran siap minum
Untuk mencegah efek radikal bebas pada tubuh, rutinlah mengonsumsi sumber vitamin dan antioksidan seperti sayur dan buah-buahan setidaknya 5 sajian dalam sehari. Jika Anda merasa kesulitan memenuhinya, buat saja menjadi jus. 

Jenis sayuran yang disarankan antara lain kale, bayam, brokoli, bok choy dan masih banyak lagi. Sayuran hijau ini tidak mengandung banyak gula dan kaya polifenol dan karotenoid, dua jenis antioksidan. Anda juga menggunakan seledri untuk meredam hipertensi dan meningkatkan produksi enzim pencernaan. 

Cukup air
Minumlah cukup air putih di pagi hari setelah bangun tidur. Mengapa? Saat bangun tidur tubuh biasanya dalam kondisi dehidrasi sehingga metabolisme cenderung melambat. Air akan membantu menghilangkan toksin dari tubuh.

Sumber : health.kompas.com

Jus Buah Perparah Tekanan Darah Tinggi?

Jus Buah Perparah Tekanan Darah Tinggi?
Selama ini masyarakat menilai jus buah adalah minuman sehat. Tapi penelitian dari Australia menemukan, rutin minum jus buah malah menyebabkan tekanan darah tinggi. Masalahnya bukan pada buah yang kaya vitamin, mineral dan serat melainkan pada kandungan gulanya yang tinggi.

"Kendati jus memiliki kandungan vitamin esensial, jus memiliki kandungan gula tinggi dengan serat yang rendah," ujar Dr. Matthew Pase, peneliti dari Swinburne University of Technology, Hawthorn, Australia.

"Konsumsi jus kemasan dengan tambahan gula tentu saja memperbanyak asupan gula, sesuatu yang khas dari gaya konsumsi masyarakat Barat. Hal ini justru memperparah prevalensi hipertensi dan penyakit jantung dan pembuluh darah," katanya.

Masyarakat Inggris menyalahkan jus buah sebagai salah satu penyebab obesitas dan epidemi diabetes di Inggris. Pasalnya, satu kemasan jus buah 250 ml mengandung 115 kalori yang setara dengan konsumsi tujuh sendok teh gula. Satu kaleng minuman kola mengandung 139 kalori.

World Health Organization merekomendasikan kita untuk mengonsumsi gula tak lebih dari enam sendok teh setiap hari.

Gula juga dipersalahkan karena membuat gigi anak jadi rusak. Satu dari delapan anak di Inggris mengalami gigi busuk mulai usia tiga tahun. Di bagian lain Inggris angka kerusakan gigi itu tiga kali lipat lebih parah.

Masalah gigi pada anak ini sering disebabkan oleh orang tua yang memanjakan anak dengan minuman kaya gula seperti jus buah dalam botol. Dokter gigi menyarankan orang tua untuk memberi anak air dan susu saja.

Sumber : health.kompas.com

Senin, 06 Oktober 2014

Apakah Konsumsi Obat Kedaluwarsa Berbahaya?

Apakah Konsumsi Obat Kedaluwarsa Berbahaya?
Makanan yang sudah kedaluwarsa tentu sudah tidak enak disantap dan berbahaya bagi kesehatan. Namun, bagaimana dengan obat? Karena obat juga punya tanggal kedaluwarsa, apa yang bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi obat yang sudah "basi"?

Banyak orang bingung harus berbuat apa ketika tanggal yang tertera pada obat paten sudah lewat. Ada yang segera membuang obat tersebut, ada yang masih mau meminumnya, dan ada yang hanya menyimpannya di laci.

Sharon Bergquist, dokter penyakit dalam dan asisten profesor obat di Universitas Emory, Atlanta, memberi penjelasan tentang obat dan tanggal kedaluwarsanya.

Alasan hukum

Sejak tahun 1979, FDA mewajibkan produsen obat untuk mencantumkan tanggal kedaluwarsa, baik obat generik maupun paten. Mayoritas konsumen tidak paham apa arti dari tanggal tersebut. "Tanggal yang tercantum adalah batas waktu yang produsen jamin ketika obat tersebut masih ampuh," kata Bergquist.

Meski begitu, jika sudah lewat tanggalnya, tidak berarti obatnya langsung tidak manjur atau berbahaya. "Umumnya, tanggal kedaluwarsa tersebut adalah 12 hingga 60 bulan sejak diproduksi," katanya. Dalam banyak kasus, obat-obat yang sudah kedaluwarsa belum pernah diuji keefektifan atau potensi meracuninya.

Ada apoteker yang menuliskan peringatan untuk segera membuang obat bila sudah lewat tanggal yang ditetapkan. Biasanya, masa tersebut adalah satu tahun setelah obat itu dibuka dari kemasan. "Aturan ini diwajibkan di 17 negara bagian, tapi sebenarnya masih sangat sedikit riset mengenai ini. Sangat mungkin kalau ada obat yang masih bisa diminum setelah 10 tahun lebih," ujar Bergquist.

Pernah diuji

Atas permintaan Departemen Pertahanan, FDA melakukan sebuah riset tentang usia obat-obatan yang umum dikonsumsi. Obat-obat itu disimpan dalam kondisi dan iklim yang normal, bukan dalam situasi yang lembab seperti di kamar mandi.

FDA menguji seluruh persediaan obat Dephan sejak 1986 hingga 2006 untuk mengetahui apakah obat-obat itu sudah harus dibuang. Terdapat 122 jenis obat dalam 3.005 kelompok.

"Ternyata 88 persen dari 3.005 obat itu masih dapat diperpanjang tanggal kedaluwarsanya hingga rata-rata 66 bulan (5,5 tahun)," katanya.

Potensi vs efikasi

Meski demikian, Bergquist mengatakan tak akan menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi obat kedaluwarsa. Ia menyebut ada dua skenario terkait obat kedaluwarsa. Pertama, bila seseorang harus rutin minum obat seperti nitrogliserin atau insulin, maka obat tersebut wajib dijaga kualitasnya dan menghindari obat yang sudah kedaluwarsa.

Situasi kedua, bila seseorang mengalami sakit ringan, seperti demam, sakit kepala, ataupun sakit pinggang. "Tidak apa-apa bila Anda hanya punya obat kedaluwarsa di rumah. Masih aman untuk mengonsumsinya walaupun keampuhannya sudah tidak 100 persen," katanya

Jaga kualitas obat

Beberapa bentuk obat lebih awet dibanding yang lain. Yang paling stabil adalah tablet dan kapsul, tetapi obat berbentuk tablet paling awet. Obat cair atau yang harus dimasukkan ke lemari es paling cepat rusak dan dihindari pemakaiannya setelah tanggal kedaluwarsa.

Tanda-tanda obat yang rusak antara lain berbau kuat, jika ada obat yang merembes ke luar atau terkristalisasi. Untuk menjaga daya tahan obat, setidaknya hingga tanggal kedaluwarsa, simpanlah di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan juga botolnya tertutup rapat.

Obat-obatan rusak sebenarnya aman untuk dibuang di tempat sampah. Namun, FDA menyarankan untuk membuangnya di kloset.

Sumber : Merdeka.com

Pasien Radang Sendi Terlalu Banyak Konsumsi Obat Antinyeri

Pasien Radang Sendi Terlalu Banyak Konsumsi Obat Antinyeri
Obat-obatan antinyeri merupakan andalan orang yang menderita penyakit radang sendi atau artritis. Meski obat tersebut tak bisa menyembuhkan, tapi akan mengurangi gejala nyeri dan mendukung tingkat mobilitas.

Penelitian menunjukkan, 97 persen pasien osteoartritis mengalami keterbatasan gerak dan 7 dari 10 pasien mobilitasnya berkurang, bahkan sebagian tidak bisa bergerak.

Setiap tahun nyeri yang dialami pasien artritis akan semakin bertambah sehingga ketergantungan pada obat pereda nyeri makin besar. Obat itu paling tidak membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau naik tangga. Padahal, konsumsi obat antinyeri yang terlalu sering sangat berbahaya.

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris terhadap penderita artritis menemukan, 90 persen pasien minum obat antinyeri. Selain itu tigaperempat pasien menggunakan lebih dari satu obat untuk menjaga kondisinya.

Walau demikian, hampir separuh pasien mengeluhkan efek samping dari obat-obatan tersebut. Bahaya dari konsumsi obat antinyeri yang terlalu sering antara lain perdarahan usus, serangan jantung, dan stroke.

Obat antinyeri yang biasa dikonsumsi antara lain obat jeni nonsteroidal anti-inflammatories (NSAID), misalnya aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib dan disclofenac. Sebagian diresepkan dokter dan lebih banyak obat yang dijual bebas.

Rasa nyeri adalah gejala utama dari artritis dan gangguan muskuloskeletal. Untuk beberapa orang, rasa sakit tersebut berlangsung lama dan menghambat mereka melakukan berbagai aktivitas.

Radang sendi memang belum ada obatnya, karena itu terapi yang diberikan dokter adalah menghilangkan rasa sakitnya sehingga pasien tetap bisa beraktivitas.

Sumber : Merdeka.com

Makin Lama Dirawat di Rumah Sakit, Risiko Infeksi Makin Besar

Makin Lama Dirawat di Rumah Sakit, Risiko Infeksi Makin Besar
Siapa yang betah berlama-lama tinggal di rumah sakit? Selain karena rasa bosan dan terapi pengobatan yang tidak enak, ternyata opname yang lama di rumah sakit dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang lebih parah.

Menurut para peneliti, semakin lama seseorang tinggal di rumah sakit, semakin rentan ia terkena infeksi bakteri yang kebal obat.

Sebuah riset dilakukan untuk meneliti 949 kasus infeksi dari serangga yang tahan obat bernama bakteri gram-negatif dari tahun 1998 hingga 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa satu hari menginap di rumah sakit saja akan memperbesar risiko terkena infeksi kebal obat sebesar 1%.

Infeksi bakteri gram-negatif diketahui menjadi penyebab masalah dari beberapa penyakit akut dan infeksi seperti pneumonia (radang paru), infeksi saluran darah, infeksi pascaoperasi dan meningitis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa bakteri gram-negatif resisten terhadap sejumlah jenis obat dan semakin kuat terhadap beberapa antibiotik.

Penggunaan obat dan antibiotik yang tidak rasional membuat serangga itu terbiasa terhadap semua obat itu. Akibatnya, mereka bermutasi sehingga obat itu jadi tidak efektif untuk melawan penyakit.

CDC mengatakan, setidaknya 2 juta orang terinfeksi oleh bakteri yang tahan antibiotik dan 23.000 orang telah meninggal karena infeksi tersebut.

Sumber : Merdeka.com

Obat Generik Penurun Kolesterol Lebih Disarankan


Obat Generik Penurun Kolesterol Lebih Disarankan
Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung yang perlu diwaspadai. Selain mengubah pola makan dan kebiasaan olahraga, mengonsumsi obat juga menjadi cara untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian menunjukkan, obat generik penurun kolesterol lebih disarankan. 

Studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menemukan bahwa perbedaan harga antara obat penurun kolesterol jenis statin yang generik dan yang paten berpengaruh besar dalam kepatuhan pasien mengonsumsi obat. 

Orang yang mengonsumsi obat generik penurun kolesterol ternyata lebih konsisten minum obat secara teratur sehingga mereka terhindar dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Sebaliknya dengan orang yang memilih obat paten. 

"Perbedaan antara obat statin yang generik dan yang paten sangat terkait dengan biaya yang lebih rendah, tingkat kepatuhan, dan hasil akhirnya secara klinis," tulis para peneliti. 

Dalam studi ini para peneliti mengamati 90.000 pasien berusia lebih dari 65 tahun. Pasien yang minum obat penurun kolesterol generik ternyata lebih patuh dalam menjalani pengobatannya. Perbedaan harga berperan penting dalam hal ini.

Namun tentu saja penelitian ini tidak bisa diseragamkan untuk setiap populasi. Mereka yang memiliki pendapatan lebih besar atau dilindungi oleh asuransi kesehatan mungkin juga akan memiliki kepatuhan yang tinggi dalam mengonsumsi obat paten.


Sumber : Merdeka.com