Tampilkan postingan dengan label Kesehatan gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan gigi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2014

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!

 Kebanyakan orang memang sudah menyikat gigi dua kali sehari, tapi biasanya dilakukan saat mandi. Menyikat gigi di malam hari yang sangat penting justru diabaikan. Padahal, kemalasan itu bisa berakibat bakteri makin bertambah banyak di mulut.

Absen menyikat gigi di malam hari bukan hanya membuat nafas tidak segar, tapi juga mempercepat timbulnya plak, tumpukan bakteri, yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

"Cobalah di pertengahan hari Anda 'menyapu' gusi Anda dengan lidah dari sisi kanan ke kiri. Rasa lengket dan seperti ada selubungnya merupakan pertanda plak," kata Deepinder "Ruchi" Sahota, juru bicara asosiasi dokter gigi Amerika.

Menurut Sahota, kebiasaan menyikat gigi dapat menyingkirkan bakteri yang menempel di gusi. Bila bakteri tersebut tidak disingkirkan, mereka akan mulai merusak gigi. 

Semakin lama sebuah plak ada di satu tempat yang sama, plak tersebut akan berubah menjadi tartar, sesuatu yang keras, berwarna kuning, dan kasar yang berada di sela gigi. Tartar dapat menyebabkan radang dan gusi berdarah. Risikonya adalah gigi tanggal.

Tidak ada batasan jelas kapan sebuah plak mencapai tingkat terparahnya. Menurut Sahota, langkah yang tepat adalah membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari. "Jangan biasakan menyikat gigi hanya sekali," katanya.

Selain itu, teknik menyikat gigi yang salah juga dapat mendatangkan dampak yang tak kalah berbahaya. 

Sahota menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi yang bulunya halus. Sikat gigi selama dua menit dan harus mencapai seluruh bagian gigi. 

ADA menganjurkan untuk menggunakan benang gigi (floss) satu kali dalam sehari. Berkonsultasi kepada dokter gigi secara rutin juga perlu dilakukan. Tujuannya untuk menyingkirkan kotoran yang tidak bisa dibersihkan sendiri, termasuk tartar tersebut.

Meski bisa membuat napas segar namun permen karet, mint, dan larutan kumur tidak dapat menggantikan peran menyikat gigi.


Sumber : health.kompas.com 

Kamis, 21 Agustus 2014

Pasta gigi bisa picu kanker

Pasta gigi bisa picu kanker
Tanpa disadari ada banyak bahan kimia yang mengenai tubuh Anda. Mulai dari polusi, makanan, hingga pemakaian bahan pembersih yang selama ini Anda pikir aman. 

Senin, 18 Agustus 2014

Khasiat minyak kelapa untuk kesehatan gigi

Kita semua tentu pernah mengalami masalah kesehatan mulut dan gigi. Mulai dari bau napas yang tak sedap, karies, kerak gigi, atau gigi berlubang. Terkadang masalah gigi juga membuat kita mengeluarkan banyak uang untuk mengatasinya.

Jumat, 15 Agustus 2014

2 Rempah-rempah untuk obati gigi sensitif


Selain gigi berlubang dan karang gigi, gigi sensitif juga menjadi masalah kesehatan yang dimiliki oleh banyak orang. Anda tidak bisa mengonsumsi makanan panas kemudian beralih ke makanan dingin secara tiba-tiba. Tentu saja hal ini sangat mengganggu.

Rabu, 13 Agustus 2014

Awas, minuman soda bisa rusak gigi anak dalam waktu 30 detik!

Selama ini minuman bersoda sudah dikenal sebagai salah satu makanan yang tak sehat. Bukan hanya karena kadar gula yang banyak di dalamnya, melainkan juga karena minuman bersoda mengandung banyak zat asam. Sebuah penelitian mengungkap bahwa minuman yang mengandung zat asam dalam kadar tinggi bisa membahayakan kesehatan gigi anak-anak.